Senin, 15 Oktober 2012


"Terus, aku harus bilang WAW gitu! !


Sebuah kalimat yang saat ini sering sekali dilontarkan. Entah bagaimana awal mula bahasa ini pertama kali muncul, aku pertama dengar dari anak perempuan seumuran SD yang sedang mengobrol dengan temannya, disaat anak yang satu sedang bercerita dengan seriusnya anak perempuan yang diajaknya berbicara spontan mengeluarkan kalimat tersebut.
Sumpah, aku dengernya risih banget. Kemudian pada saat tidak sengaja menonton sinetron ABG di TV, juga hal yang sama terjadi. Percakapan Rata-rata dikalangan remaja yang sering yang muncul di TV selalu diselingi dengan kalimat "Terus, aku harus bilang WAW gitu! ! ".
Menurutku kata-kata ini tidak layak diikuti. Mengapa? Karena menurutku mengandung unsur TIDAK MENGHARGAI dan MENYEPELEKAN. Walaupun maksudnya hanyalah sebagai candaan, namun sangat tidak patut untuk diucapkan terhadap lawan bicara kita.
Masih kalimat yang sama, digunakan pada sebuah iklan. Kenapa sih ngga gunain kalimat lain. Tidak ada pesan moral yang dapat diterima, malah sebaliknya meracuni. Secara tidak langsung dengan adanya iklan begitu harusnya dihilangkan (sensor), malah diingatkan.Media iklan TV seharusnya dapat berfungsi sebagai sarana edukasi, kenapa karena rata-rata orang dapat menangkap dengan mudah apa yang disampaikannya.

di edit oleh : aha-nugraha

Senin, 08 Oktober 2012

Communication Skill

Mengapa kemampuan berkomunikasi sangat penting?

Tujuan komunikasi adalah untuk mendapatkan serta mengirimkan pesan kepada orang lain. Ini adalah interaksi yang melibatkan minimal dua orang. Proses ini sering kali menyisakan ruang untuk terjadinya kesalahan, hasilnya bisa berupa pesan yang di salah artikan oleh pendengarnya, kebingungan yang tidak perlu, hingga timbul perselisihan.

Salah satu tolok ukur atas sebuah komunikasi yang dianggap berhasil adalah jika pengirim dan penerima pada akhirnya dapat memandang objek yang menjadi sumber komunikasi dengan cara yang sama. Dengan berhasil mendapatkan pesan dari lawan bicara, Anda pun dapat menyampaikan pikiran dan gagasan secara efektif. Sebaliknya, bila Anda tidak berhasil mendapatkan pesan dari lawan bicara, pikiran dan ide yang Anda sampaikan tidak mencerminkan pendapat Anda seutuhnya. Hal inilah yang sering kali menjadi penyebab gangguan komunikasi dan menciptakan hambatan yang menghalangi tujuan Anda—baik secara pribadi dan profesional.

Dalam dunia Marketing (Pemasaran) ada 4 Alasan orang tidak mau membeli barang kita
  • Tidak Percaya
  • Tidak Butuh
  • Tidak Terbantu
  • Tidak Puas
Lalu bagaimana caranya menghadapi 4 alasan diatas, berikut tipsnya :

1. Relasi
Untuk menghadapi orang yang tidak percaya dengan kita dan produk kita hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendekatkan hubungan untuk membangun kepercayaan. Jika seseorang sudah terikat atau ada hubungan relasi tentu saja akan lebih mudah mengenalkan produk kita. Bagaimana caranya?caranya adalah dengan meningkatkan kreadibilitas yaitu ;
  • Mencari kesamaan (Ex : Hoby, asal, makanan Favorite dll). Kesamaan yang dicari tidak harus berasal dari kita dan customer, bisa dicari dari istri atau anak.
  • Kompetensi, yaitu dengan cara mengetahui apa yang dibicarakan. (Bisnis/industri, Umum, Teknis)
  • Kesopanan, yaitu dengan cara berpakaian, sikap dan gaya bicara kita.
2. Discovering
7 Teknik Bertanya
Untuk mengatasi orang yang tidak butuh adalah dengan melakukan investigasi untuk mencari tahu kebutuhannya yaitu dengan bertanya dan mendengar. 
Ada 7 Teknik Bertanya yang saya ketahui, yaitu :

Teknik Mendengar :
  • Checking
  • Repeat / Mengulang
3. Adovaksi
Untuk orang yang merasa tidak terbantu dengan produk kita, caranya adalah proses advokasi. Berikut adalah proses advokasi yang pernah saya pelajari yaitu dengan teknik "SAB = Solusi, Aplikasi, Beneft". 
  • Solusi, yaitu dengan memberikan rekomendasi kepada lawan bicara
  • Aplikasi yaitu memberi tahu bagaimana rekomendasi tersebut bekerja
  • Benefit yaitu menjelaskan keuntungan yang di dapat atas solusi dan aplikasi yang kita tawarkan
4. Supporting.
Untuk menghadapi customer yang tidak puas, hal yang harus kita lakukan adalah dengan memberikan dukungan agar mereka puas. Dukungan apa saja yang bisa kita berikan kepada mereka, diantaranya adalah 
  • Mendukung proses pembelian
  • Implementasi program, misal dengan memberikan training
  • Meningkatkan hubungan, misal dengan melakukan kunjungan

Tips: Terimalah masukan sebagai hal positif yang mendorong kemajuan, keahlian dan kinerja anda.












Jumat, 05 Oktober 2012

Membuat Efek Foto Kanvas


Selamat datang di Blog ini kawan, salam kenal, ini adalah tahap percobaan dan latihan gw dalam membuat blog. Semoga dapat bermamfaat dan menambah ilmu para bloger

Langsung ke TKP

1.  Buka file foto yang akan kita edit (ex: contoh anak gw)

  •     Lalu Duplicate Layer background dengan menekan CTRL + J
  •     Klik Filter > Stylize > Diffuse

2.  Klik New Fill or Adjustment Layer > Pilih Hue / Saturation setting seperti gambar 
Note :Untuk langkah ini di atur sendiri aja ya, dibikin kreative sesuka kita. Mau di centang Colorize nya juga ga papa.


3. Sekarang klik lagi New Fill or Adjustment Layer > Pilih Brightness / contrast trus OK


4.  Buat Layer baru di paling atas. Klik Layer > New > Layer, Warnai layer baru tersebut dengan warna hitam.


5. Klik Filter > Noise > Add Noise di Layer 2 (warna Hitam)


6. Ubah Opacity dan fill nya masing-masing sesuai selera. Ini bisa disetting lagi klo udah jadi klo gambarnya  kurang ok. Silahkan setting opacitynya


Lalu duplicate Layer 2 dengan menekan CTRL + J


7. Sekarang kita setting satu-satu, kita akan bermain dengan tool Motion Blur disini. Layar 2 sebagai arah vertikal dan Layer 2 copy arah Horizontal.

 
Klik Filter > Blur > Motion Blur, Setting seperti pada gambar. Pertajam Motion blurnya dengan sharpen, Klik Filter > Sharpen, Lakuakn sharpen 2-3 kali.


8.  Klik Layer 2 Copy.


Klik Filter > Blur > Motion Blur, Setting seperti pada gambar. Klik Filter >Sharpen, lakukan Sharpen 2 samapi 3 kali

Hasilnya :